Halo wargi maja sekalian!
Akhirnya, datang juga kesempatan admin menceritakan kisah-kisah seram yang ada di seputar maja. Sesuai janji admin dan respon positif dari para wargi maja sekalian, pada kesempatan kali ini, izinkan admin membacakan beberapa cerita horor yang dikirimkan dari beberapa follower seputar maja atau para wargi sekalian.
Desclaimer:
Oke mari kita mulai!
Cerita pertama datang dari seorang perempuan, wargi maja, yang tidak ingin diungkapkan identitasnya. Jadi mari kita sebut saja namanya, Juni. Cerita ini terjadi sekitar 5 tahun lalu. Ketika Juni pulang dari jakarta menuju maja menggunakan transportasi KRL yang saat itu masih sangat sepi, belum seramai sekarang. Pengalaman ini dialami Juni ketika ia masih usia belia atau SMP, umur antara 15-16 tahun. Saat itu seperti biasa Juni bersama bapaknya, menitipkan sepeda motor di sekitar stasiun maja. Singkat cerita, mereka berboncengan melaju langsung menuju rumah yang ada pada salah satu perumahan yang ada di seputar maja. Saat itu sekitar pukul 11 malam. Suasana Maja kala itu masih jauh dari kata ramai. Bahkan, jalan cor pun masih belum ada. Sekitar 15 menit berjalan, Juni bersama bapaknya mulai masuk ke dalam komplek perumahan tempat tinggal mereka. Sesaat akan masuk komplek tersebut, mereka harus melewati sebuah tanah lapang yang gelap gulita. Posisi tanah lapang tersebut ada di sebelah kiri jalan. Tepat di sisi tanah lapang tersebut yang dekat dengan mereka, terdapat jalan trotoar. Nah, di sinilah kejadiannya. Jadi, ketika mereka melewati daerah tersebut. Dari kejauhan tampah siluet hitam seseorang wanita yang duduk di atas sepeda motor. Wanita tersebut sama sekali tidak bergeming ketika Juni dan Bapaknya lewat di belakangnya. Wanita tersebut benar-benar terdiam terpaku menatap kosong ke arah lapangan. Karena kondisi yang sangat gelap, Juni dan Ayahnya yang mengendarai sepeda motor, tidak jelas mengamati jenis atau warna pakaianya yang digunakan. Yang tampak jelas bagi mereka hanyalah, rambut panjang terurai sampai pada pundak bawah dan agak sedikit mengembang. Kejadian ini terjadi begitu saja, sampai pada ujung jalan Juni memberanikan diri untuk bertanya kepada bapaknya, "Pak, bapak lihat cewek tadi?", "Iya nak, siapa ya malam-malam begini, di pinggir lapangan, sendirian, gelap-gelap lagi.." Jawab bapaknya. Juni dan bapaknya tidak berani melihat kembali ke belakang, sampai akhirnya mereka sampai dengan selamat di rumahnya. Sampai sekarang, Juni pun tidak bisa memastikan apa, siapa, atau mengapa wanita tersebut ada di tepi lapangan, duduk diam menghadap lapangan, di tengah situasi yang gelap gulita, tanpa penerangan apapun. Itu semua masih menjadi misteri.... 😨😨😨
Cerita Kedua datang dari seorang Bapak-bapak yang tinggal di salah satu cluster perumahan di seputar maja. Beliau juga tidak ingin diungkapkan identitasnya, maka dari itu mari kita sebut saja dengan nama Pak Budi. Pak Budi ini tinggal bersama seorang anak, istri, dan mertuanya. Sebenarnya, si pak Budi ini sama sekali belum merasakan pengalaman horornya sendiri. Akan tetapi, anak dan istrinya tergolong orang yang "peka" sehingga Ia sering mendapat cerita seram dari istri dan anaknya. Jadi pada suatu sore, mertuanya dan anaknya ini sedang jalan-jalan santai keliling cluster. Kejadian ini juga tidak lama berlalu. Ketika jalan-jalan santai, si oma (sebutan mertua pak budi) melihat di salah satu gang yang sepi, yang dari deretan gang tersebut sama sekali tidak ada rumah yang ditinggali, ada satu rumah yang pintu depanya terbuka sedikit. Si oma ini langsung penasaran. Tanpa pikir panjang langsung menghampiri rumah tersebut. Tapi... si anak pak Budi yang berjalan santai bersama oma ini tiba-tiba meneriaki oma, "Oma! Jangan kesana, di sana ada SETAN-nya!" Sudah kepalang tanggung, si oma udah dikalahkan oleh rasa penasarannya. Karena, pada dasarnya semua rumah yang ada di cluster tersebut harusnya pintunya tertutup rapat-rapat sekalipun tidak ditinggali. Singkat cerita, oma sudah menjelajah seisi rumah itu, dan kembali melanjutkan jalan-jalan sore lalu pulang ke rumah menjelang maghrib. Nah, di sini lah klimaksnya! Jadi, si oma saat setelah maghrib, tiba-tiba merasakan punggungnya berat sekali, rasanya seperti ada yang menindih sampai-sampai si oma menjerit kesakitan. Beruntung, sang istri dari Pak Budi bisa mengendalikannya dengan memijit-mijit bagian-bagian tertentu dari tubuh si oma. Sekalipun dalam prosesnya memakan waktu yang lama dan oma terus menerus menjerit hingga akhirnya situasinya dapat terkendali, dan si oma mendapatkan kesadarannya penuh. Saat ini terjadi, posisi pak budi sedang ngopi di teras rumah dari sore, dan setelah magrhib sudah melihat langsung kejadian ini di depan matanya. 😨😨😨
Cerita ketiga datang dari seorang pemuda yang tinggal di salah satu cluster perumahan di seputarmaja. Pemuda ini juga tidak ingin diungkapkan identitasnya, oleh karena itu, mari kita sebut saja dengan nama, Riko. Riko menceritakan pengalaman beberapa tetangganya yang mengalami kejadian yang unik sekaligus menyeramkan. Jadi, ada 2 keluarga yang bertetangga, tinggal bersebelahan satu sama lain. Sebut saja mereka ini, Ani dan Ina. Pada suatu malam, sekitar pukul 2.30. Ani mendengar suara berisik seperti ada sesuatu yang menggesek-gesek tembok di balik samping rumahnya. Ani sempat mengira, bahwa tembok yang dibaliknya tepat rumah si Ina, sedang ada proses pekerjaan yang dilakukan oleh Ina atau keluarganya. Namun, selang waktu berlalu, suara gesekan-gesekan benda ini semakin meresahkan. Semakin lama, suaranya semakin mengeras. Bahkan, semakin seperti suara kuku yang sedang menggaruk-garuk tembok apabila ani memfokuskan perhatiannya. Ani tidak terlalu memperdulikannya, dan tetap berusaha positif thinking, lalu melanjutkannya tidur. Singkat cerita, esok hari di siang hari Ani bermain ke rumah Ina, hanya sekadar mengobrol seperti ibu-ibu rumah tangga pada umumnya. Namun, suasana tiba-tiba mulai mencekam, ketika Ani memberanikan diri untuk bertanya, "Na, semalem jam 3-an, di rumah lu ngapain? kok kayak lagi ada kerjaan gitu. Emangnya ada yang mau dipasang di tembok samping?" Dan Ina pun menjawab, "Loh, bukannya semalem justru kamu ya yang berisik di tembok samping? kok suaranya kayak orang garuk-garuk tembok gitu sih?!" JENG JENG JENG!! 😨😨😨
Cerita keempat, sekaligus menjadi cerita terakhir dari Edisi pertama Cerita Malam Jumat Seputar Maja, datang dari seorang Ibu muda yang tinggal di salah satu cluster perumahan di seputarmaja. Ibu muda ini memiliki sepasang binatang peliharaan, yaitu hewan Iguana. Yang satu berukuran cukup besar, yang satu lagi berukuran cukup kecil. Kedua hewan ini bernama johan dan jono. Untuk Pemiliknya sendiri juga tidak ingin disebutkan identitasnya. Oleh sebab itu, mari kita sebut saja dengan nama Maria. Suatu hari Ibu maria pernah dikunjungi seorang anak tetangganya, kisaran umur 6-7 tahun, yang rumahnya 5 blok dari rumahnya, sebut saja namanya Rani. Kebetulan, rumah bu maria tergolong rumah yang sangat pojok, jauh dari gate clutser, dan urutan kedua dari rumah kosong hook di sebelahnya. Si anak ini senang sekali bermain dengan si Iguana besar, Johan. Sambil mengelus-ngelus, Ibu maria memerhatikan si Rani matanya sambil menatap ke arah rumah pekarangan di sebelahnya, yang hook itu. Langsung saja, Bu Maria bertanya ke si anak ini. "Kamu lihat apa, ada apa di rumah sebelah?" Tanpa rasa ragu, sambil tetap mengelus-elus Johan, Rani bercerita bahwa Ia melihat anak kecil yang seumuran dengannya, berdiri melihat kita. Tidak hanya itu, Rani juga mengatakan bahwa anak kecil itu juga ingin ikut bermain dengan johan, tetapi takut karena Johan memiliki ukuran yang sangat besar dibanding ukuran iguana rata-rata. Lanjut lagi, Rani juga mengatakan bahwa muka dari si anak ini juga hancur dan rusak. Mendengar celotehan Rani, Ibu Maria hanya menganggap sebagai khayalan atau imajinasi dari seorang anak kecil saja. Sampai pada saat Rani telah pulang, Ibu Maria tiba-tiba teringat saat beberapa hari baru pindahan, satu tahun lalu, saat itu dia sedang keluar pukul 04.00 pagi bersama binatang-binatang peliharaannya. Tidak mau jauh-jauh, hanya disekitar depan rumahnya dan depan rumah hook tersebut. Ibu Maria keluar pada jam segitu karena pada saat itu kebetulan sedang ada kabut pagi yang tebal, karena sangat menarik, Ibu maria keluar. Tidak lama berselang, saat sedang asik bermain-main dengan iguananya, tiba-tiba terdengar suara "HEH!" entah darimana, sampai-sampai Johan dan Jono juga berusaha mencari sumber suaranya. Tidak mau merasa "iseng", Ibu Maria langsung bergegas mengajak kedua hewan peliharaannya masuk kembali ke dalam rumah. Sejak kejadian cerita dari Rani, Ibu Maria menjadi tahu bahwa rumah kosong sebelahnya, ada sesuatu... 😨😨😨
Oke wargi, sekian cerita-cerita yang berhasil admin himpun. Sebenar masih ada beberapa lagi, tapi kontributornya masih sama. Hanya saja karena waktu dan kesempatan yang terbatas, sementara admin batasi cerita malam jumat edisi pertama ini, dimulai dengan 4 cerita. Nah, untuk kelanjutannya, semuanya bergantung wargi maja sekalian. Apabila suka dengan format konten seperti ini, mangga like, share, dan comment "Lanjutkan!" konten ini. Sekali lagi terimakasih atas perhatiannya. Semoga menghibur...
"Hal-hal supranatural bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja tanpa pandang bulu."
Komentar
Posting Komentar